Merengkuh asa, mengayuh masa depan

Mar 2, 2018   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Merengkuh asa, mengayuh masa depan

Seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Usaha kecil yang terus-menerus akhirnya memberikan hasil. Pepatah itu pantas untuk disematkan pada seorang penarik becak, Misno Wijoyo yang berusia 65 tahun.

Bapak yang akrab disapa dengan Pak Misno sudah puluhan tahun selalu meluangkan sedikit uangnya untuk ditabung. Uang itu berasal dari mata pencahariannya sebagai penarik becak yang telah digelutinya sejak tahun 1977

“Uang dari narik becak saya kasihkan semua ke istri. Biar istri saya yang bagi-bagi untuk biaya sekolah, untuk makan, untuk kegiatan sosial, dan untuk menabung. Istri juga yang membagi uang itu misal ada tonjokan (kenduri) kan kalau orang Jawa artinya harus nyumbang,” kata Pak Misno ketika ditemui di TP Blimbing saat menabung di CU Sawiran yang sudah menjadi aktivitas rutin menyisikan sedikit dari hasil jerih payahnya menarik becak di hari itu.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, semangat Misno untuk terus bekerja masih tinggi. Pria kelahiran 19 Juni 1952 itu setiap hari mangkal di Pasar Blimbing Kota Malang untuk menawarkan jasa becak. Misno juga tergabung dalam “Paguyuban Becak Pasar Blimbing”.

Tingginya semangat kerja Misno tak lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ia pun memiliki prinsip hidup jujur. Dari hasil keringatnya menawarkan jasa becak, ia berhasil menyekolahkan dua anak angkatnya hingga lulus SMA.

Misno hampir serupa dengan kisah inspiratif penarik becak yang memiliki kisah mampu berangkat umrah atau bahkan naik haji dengan menabung sedikit demi sedikit. Meski sebagai penarik becak yang pendapatannya tak tentu, Misno ini rajin menabung sedikit demi sedikit guna mewujudkan niatnya beribadah ke Tanah Suci yang biayanya tak sedikit itu. Namun Misno memilih untuk realistis, Misno harus menunggu sampai biaya umrah itu cukup, namun yang penting baginya niat itu sudah ada, selama ada niat pasti Allah pasti bukakan jalan.

Misno menyadari biaya umrah tersebut hanya bisa ia peroleh dengan cara menabung. Tapi hal itu juga ia ketahui tidak akan bisa tercapai dengan mudah dan cepat. Apalagi dia juga harus menghidupi anak dan istrinya. Hati mulia sering ditunjukkan oleh Misno. Ketika hasil tarikan tak begitu banyak, dia lebih baik menyedekahkan uang itu kepada orang yang lebih membutuhkan.

“Kalau hasilnya sedikit, kadang saya kasihkan kepada pengemis yang kondisinya payah. Saya yakin Allah akan menggantinya. Dan benar saja, besok-besoknya penumpangnya banyak,” kata Misno.

Semangat berbagi tidak harus menunggu saat kita sedang berkelimpahan, namun ketika kita dimampukan untuk berbagi dengan segala keterbatasan yang kita miliki, disitulah tangan Tuhan bekerja untuk mengangkat derajat kita.

Misno Widjojo

Penarik Becak

Jl. Plaosan Barat 44 RT 06 RW 08 Purwodadi, Blimbing, Kota Malang

085100376734

Comments are closed.

Jam Operasional

Jam Pelayanan

Senin - Jumat

:

07.30 - 16.00

Sabtu

:

07.30 - 13.00

Jam Kas

Senin - Jumat

:

08.00 - 14.00

Sabtu

:

08.00 - 12.00

CS Online

Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan yang di berikan CU Sawiran?

View Results

Loading ... Loading ...