Browsing articles in "Inspirasi"

mengubah “ketakutan” menjadi “kekuatan”

Oct 19, 2017   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on mengubah “ketakutan” menjadi “kekuatan”

Laurentina Yuniarti Sudiyarini yang lebih akrab dipanggil Iin adalah seorang “single fighter” yang tangguh. Tahun 2006 Iin harus berjuang membesarkan buah hati semata wayang yang diberi nama Ignatius Christian Bagas Hariawan karena sang suami meninggal dunia. Di situlah mulai muncul kekhawatiran Iin, terutama kekhawatiran Iin terhadap masa depan anaknya mengingat biaya pendidikan yang tidak murah. Tetapi seorang Iin yakin dan percaya akan mampu mengatasi persoalan yang dihadapinya.
Berbagai pekerjaan pernah dilakoni ibu satu anak ini demi mencukupi kebutuhan hidup sampai di tahun 2007 Iin dikenalkan dengan CU Sawiran oleh kakaknya yang lebih dulu bergabung menjadi anggota CU Sawiran TP Dinoyo. Awal bergabung dengan CU Sawiran Iin membuka tabungan Sipintar untuk kebutuhan pendidikan anaknya nanti, awalnya sempat ragu menabung karena khawatir kalau tabungannya akan bernasib sama dengan dana nasabah koperasi-koperasi nakal yang membawa lari uang nasabahnya. Namun dengan berjalannya waktu Iin mampu membuktikan jika CU Sawiran benar-benar aman sehingga Iin tenang mempercayakan simpanannya di CU Sawiran. Selang 1 tahun setelah itu tepatnya tahun
2008 CU Sawiran membuka Tempat Pelayanan Blimbing di Jl. LA. Sucipto No. 46 Blimbing Malang yang kebetulan lebih dekat dengan tempat tinggal Iin di Jl. Ikan Piranha- Blimbing. Iin juga mengajak ibu, saudara, dan tetangga di sekitar rumahnya untuk bergabung menjadi anggota CU Sawiran. Menurut Iin cara paling ampuh mengajak orang lain menjadi lebih baik kehidupannya bersama CU Sawiran adalah dengan menjadi contoh nyata sebelum dan sesudah menjadi anggota, tidak perlu banyak cakap orang lain akan menilai sendiri pastinya. Semenjak menjadi anggota CU Sawiran Iin banyak terbantu, tidak hanya mengenai kebutuhan dana dan tempat menyimpan simpanan dana saja, namun ketika bergabung menjadi anggota CU Sawiran Iin mendapat banyak ilmu terutama mengenai tata kelola keuangan keluarga dengan dibantu dengan pemilihan produk simpanan dan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan Iin. Menurut Iin CU Sawiran mampu menjawab ketakutan yang sempat menggelayut dibenak
Iin. Namun bak menemukan oase dipadang gurun, Iin mampu menemukan kelegaan dan merubah ketakutan itu menjadi sebuah sumber kekuatan baru. Kini Iin sudah tidak perlu bekerja, Iin lebih memilih untuk membuat usaha yang tengah dirintisnya. Dengan memiliki usaha sendiri Iin merasa perannya sebagai ibu mampu dimaksimalkan. Iin ingin lebih dekat dan intens mendidik putranya dengan membekali pengetahuan dan iman. Mengakhiri perbincangan dengan Metro Sawiran Iin memberikan pesan yang berharga untuk kita semua, “Bahwa yang mampu menolong dirimu adalah dirimu sendiri, ubah ketakutanmu menjadi kekuatanmu.”

L. Yuniarti Sudiyarini
Anggota TP Blimbing
Wirausaha Perlengkapan Kosmetik & Aneka Jus Buah
Jl. Ikan Piranha Blok D No.1 Purwodadi-Blimbing-Malang
Telp: 081333135022

Mintuk Kasiati

Oct 19, 2017   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Mintuk Kasiati

Mintuk Kasiati yang lebih dikenal dengan panggilan mbak Mintuk adalah anggota TP Dinoyo yang sangat aktif mengajak tetangga di lingkungan tempat tinggal dan usahanya ini untuk bergabung dengan CU Sawiran.
Awal obrolan kami dengan sosok Mintuk diawali dengan cerita awal mula Mintuk mengenal CU Sawiran. Pada tahun 2008 Mintuk mengenal CU Sawiran pada waktu di pasar Dinoyo. Karena seringnya frekuensi pertemuan dengan manajemen yang melakukan pelayanan jemput bola, akhirnya Mintuk tertarik untuk menabung pada saat itu. Mintuk merasakan sendiri manfaat menabung di CU Sawiran, apalagi dengan sistem pelayanan jemput bola tabungan membuat Mintuk dimudahkan dalam urusan simpanan. Pelayanan jemput bola ke tempat usahanya dilakukan 2 kali dalam 1 minggu.
Sosok Mintuk yang tekun dan disiplin dalam usahanya ini bersama suami memutuskan untuk menjadi anggota CU Sawiran. Menjadi anggota CU Sawiran makin menambah keuntungan yang bisa didapat oleh Mintuk & keluarga. Rumah yang dulunya sederhana mampu disulap menjadi rumah tinggal yang begitu nyaman karna bantuan pinjaman dari CU Sawiran. Meskipun lingkungan tempat tinggal Mintuk mayoritas dimanfaatkan sebagai tempat kos-kosan, namun rumah Mintuk sengaja tidak diperuntukkan untuk usaha kos-kosan. Menurut Mintuk usaha warung pracangan miliknya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan masih sisa untuk tabungan. Menurut Mintuk satu usaha saja jika dijalankan dengan disiplin, tekun, dan semangat hasilnya itu sudah turah-turah, tidak perlu kemaruk, cukup yang sedang-sedang saja. Tidak punya uang ya susah, banyak uang juga capek njaganya. Kalau sudah capek nanti jatuhnya sakit malah banyak pula biaya untuk berobat malah rugi. Mending usaha sewajarnya, waktu istirahat dan waktu untuk keluarga porsinya tercukupi Insya Allah berkah. Di balik sosok Mintuk yang ramah, ada semangat berbagi yang tulus dan tanpa pamrih. Mintuk merasa saat ini dirinya sudah cukup mampu memenuhi semua kebutuhan mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai ke pendidikan anak dengan bantuan produk-produk simpanan dan pinjaman yang ada di CU Sawiran. Mintuk tidak ingin menikmati semua itu sendiri, Mintuk dengan semangatnya mengajak saudara dan tetangga sekitar rumahnya untuk mulai belajar menabung di CU Sawiran. Mintuk rela meluangkan waktunya disela-sela kesibukannya berjualan dengan menjadi relawan mengumpulkan tabungan dari tetangga-tetangganya tersebut. Mintuk ikhlas melakukan hal tersebut tanpa meminta imbalan sepeserpun dari tetangga maupun dari pihak CU Sawiran. Mintuk merasa ikut senang jika banyak anggota keluarga dan tetangganya banyak yang terbantu dan mampu meningkatkan ketahanan finansialnya

Menjadi Sahabat Bumi

Sep 28, 2017   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Menjadi Sahabat Bumi


Kristien panggilan akrab dari Kristien Yuliarti ini memiliki aktivitas memberi bimbingan belajar/les privat untuk bidang eksak anak tingkat SD hingga SMA. Di samping itu disela-sela aktivitasnya itu, Kristien gemar menekuni aktivitas di rumah seperti gardening (berkebun tanaman sayuran secara organik), komposting (mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos), dan membuat sabun dari bahan-bahan organik yang tentunya ramah lingkungan. Saat ini Kristien dengan suami merupakan anggota CU Sawiran di Tempat Pelayanan Dinoyo.
Sejak tujuh tahun yang lalu (2010) istri dari Trianom Suryandharu ini mengambil satu pilihan hidup yang ramah lingkungan. Kristien bersama dengan suami memulai dari mencoba menanam sayuran organik yang hasilnya dapat dikomsumsi berupa sayuran sehat yang tidak pakai kata ?mahal? karena tidak perlu berbelanja keluar rumah untuk membeli sayuran. Kristien memanfaatkan lahan depan rumah yang tidak terlalu luas namun bisa dimanfaatkan untuk menanam aneka sayuran organik. Pilihan tersebut diambil oleh Kristien bersama suami karena Kristien ingin mencoba menjadi ?sahabat? bagi bumi tempat kita tinggal. Sudah terlalu banyak hal-hal baik dan indah yang sudah didapat dari bumi, maka Kristien mulai berfikir inilah saatnya untuk mengembalikan juga hal indah bagi semesta. Itulah sebabnya pilihan hidup yang sedikit repot dan membutuhkan usaha tetap setia Kristien jalani sampai saat ini.
Kesadaran akan pilihan hidup seperti itu beberapa kali Kristien bagikan ke kelompok-kelompok dan juga lewat media sosial yang Kristien miliki. Kristien melakukan hal tersebut karena Kristien ingin mengajak semakin banyak orang untuk peduli dengan bumi, minimal dengan lingkungan sekitar. Kristien sepenuhnya sadar bahwa kondisi bumi saat ini amat memprihatinkan, sehingga zero waste bisa jadi mustahil terealisasi karena begitu banyaknya sampah yang terlanjur menggemuk. Tetapi ada pilihan-pilihan sederhana yang bisa kita lakukan sebagai wujud sayang kita kepada lingkungan. Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau bukan kita yang melakukannya siapa lagi? Nantinya bumi akan mewariskan semesta yang penuh dengan sampah untuk anak cucu kita.
Tips menjadi sahabat bumi turut di-share kepada Metro Sawiran ketika berkunjung ke rumahnya. Pertama diawali dengan niat, niat untuk makin sayang dengan bumi dan melihat hal sederhana apa yang bisa dilakukan. Hal sederhana tapi dilakukan dengan konsisten, hal sederhana yang ramah lingkungan seperti membawa tempat makan dan minum sendiri saat bepergian, selalu membawa tas kresek sendiri saat berbelanja. Sederhana bukan? Tapi jika itu dilakukan dengan konsisten, maka apa yang kita lakukan mempunyai peran besar untuk mengurangi pencemaran di bumi kita ini. Yang kedua bersiaplah menjadi orang asing ditengah zaman yang serba instan dan praktis. Banyak orang yang masih memilih menggunakan sabun merk tertentu yang tinggal pake dan buang wadahnya ketika sudah habis daripada harus merendam klerak/klerek untuk sabun cuci piring, banyak pula orang yang lebih praktis membuang sampah organik dari dapur sisa-sisa memasak ketempat sampah daripada mesti repot-repot merajangnya untuk dijadikan pupuk kompos. Dan tips pamungkas adalah mulai membiasakan diri untuk tidak lagi mencium wangi-wangian instan dari produk pabrikan, tidak lagi membiasakan diri menggunakan produk-produk yang sekiranya dapat merusak lingkungan.
Kita hanya miliki satu bumi, maka sudah sepatutnya kita untuk lebih peduli. Peduli akan lingkungan yang lebih asri dan bumi tampak lestari. Demi masa depan anak cucu yang siap teruskan hidup membangun, janganlah keegoisan kita membuat kita getun

Kristien Yuliarti
Bimbingan Belajar/Les Privat untuk Bidang eksak anak-anak tingkat SD-SMP-SMA
Rmh : Jl. Bandulan VIII Perum Bandulan Asri Blok C5 Bandulan-Sukun-Malang
Telp: 081-333-746-328

Manfaat tabungan untuk kini dan nanti

Jun 7, 2016   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Manfaat tabungan untuk kini dan nanti

12.Sujoko
Akirnya Bromo memberi kesempatan kepada masyarakat Tengger untuk melanjutkan kehidupan seperti sedia kala. Hampir 5 bulan geliat perekonomian masyarakat Tengger dibuat mati suri. Hal tersebut berdampak pada banyak sumber mata pencaharian mulai dari pertanian, wisata, perdagangan, home stay, persewaan kuda, persewaan jeep, dan juga kuliner.
Dampak ini juga Dirasakan oleh Sujoko anggota TP Ngadisari yang sejak awal TP Ngadisari dibuka sudah bergabung dengan CU Sawiran sejak tahun 2007. Sujoko yang berprofesi sebagai petani dengan adanya erupsi Bromo juga mengalami gagal panen tentunya. Tanaman kentang yang ditanam sebagian besar hancur total, jika ada yang masih selamat besarnya kentang pun tidak begitu besar, mungkin hanya sebesar bola ping-pong saja. Harga kentang saat ini juga masih relatif rendah, masih dikisaran harga 3000-3500 rupiah/kg. Padahal pada saat panen raya dengan kualitas kentang bagus harga kentang bisa mencapai 8000 rupiah/kg.
Dengan kondisi seperti ini Sujoko merasa terbantu dengan kebijakan CU Sawiran yang memberikan solusi untuk masalah keuangan yang kini dialaminya. Komunikasi dengan managemen TP Ngadisari senantiasa intens dilakukan agar perkembangan dan kemampuan keuangannya mampu dipulihkan.
Mendapat sentuhan pendekatan yang sangat dekat Sujoko merasa CU Sawiran benar-benar memanusiakan manusia. Sujoko juga teringat dengan wejangan dari almarhum sang kakek. Ketika Sujoko masih bujang dan mulai bertani sendiri dan mendapat penghasilan sendiri, sering kali pendapatan dari hasil bertani dipergunakan untuk bersenang-senang menuruti gejolak gairah anak muda sehingga tidak terpikir untuk menabung. Sang kakek tak pernah lelah untuk selalu mengingatkan Sujoko untuk tiap kali mendapatkan uang dari penjualan hasil pertaniannya selalu menyisihkan sebagian untuk ditabung, jika tabungan sudah terkumpul nantinya akan bisa dipakai untuk Bunci (modal) pertanian selanjutnya.
Saat ini Sujoko sadar bahwa pelajaran yang diberikan oleh sang kakek adalah pengalaman turun temurun yang selalu dibagikan kepada anak cucunya. Tapi kadang kitalah yang sering lupa dan tidak sadar jika para orang tua pendahulu kita juga sangatlah berpengalaman dan tidak pernah menyalahkan alam. Kitalah yang seharusnya perlu mempersiapkan diri agar jika sesuatu terjadi dan kondisi alam seperti saat ini, kita sudah siap karena kita sudah memiliki ?Tabungan? untuk dimanfaatkan pada saat yang diperlukan.

Sujoko
Anggota TP Ngadisari
“Petani”
Ngadisari-Sukapura-Probolinggo
085236381647

Hidup Kita Hendaknya Bermanfaat

May 25, 2016   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Hidup Kita Hendaknya Bermanfaat

12. Sosok
Hidup harus berubah menjadi lebih baik, itulah yang menjadi pegangan hidup bagi Dadang Priyo, anggota sekaligus korwil dari TP Blimbing yang tinggal di jalan Sumber Waras RT 05 RW 05 Bugis-Saptorenggo-Pakis-Kab. Malang. Jatuh bangun merintis usaha tidak membuat patah semangat untuk tetap berusaha membahagiakan keluarga dengan hasil keringatnya sendiri.
Awalnya suami Fitri Indahyani ini mencoba peruntungan memasarkan alat tulis kantor mulai dari Kepanjen hingga Lawang. Pasar yang dibidik kala itu memang area Kabupaten Malang. Dadang lebih memilih wilayah kabupaten karena dengan modal sedikit dan dengan mengandalkan pelayanan prima bisa masuk ke daerah-daerah pelosok.
Lambat laun berkat keuletan dan inovasi, bapak dari 2 orang anak ini mampu membuka bidang usaha yang lain tanpa harus meninggalkan usaha lamanya yang sudah menjadi motor gerakan ekonomi keluarga selama ini. Usaha lain yang berhasil dibuka antara lain: toko pracangan, persewaan mobil, jual kue dan baju lebaran jika momet lebaran tiba. Sebenarnya masih banyak lagi jenis usaha yang dilakoni manusia ulet satu ini, mulai dari jasa makelar mobil, rumah, burung, sampai jasa las. Sampai saking banyaknya usaha yang digeluti, Dadang berinisiatif untuk membuka UD, UD versi Dadang adalah “Usaha Dew”.”Nama dagang tidak menjadi senjata bagi usahanya, tapi nama “Dadang” sudah cukup menjual”, kelakar Dadang sambil tertawa lebar.
Suatu usaha tidak akan pernah sukses tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik menurut Dadang. Oleh karena itu Dadang menyerahkan pengelolaan tabungannya kepada CU Sawiran, lewat banyak produk yang dimiliki oleh CU Sawiran, diantaranya keanggotaan, Sibuhar Umum, Sibuhar Siswa, dan Sipintar untuk tabungan pendidikan masa depan putri dan putranya.
Dadang Priyo selaku korwil TP Blimbing pada kesempatan pertemuan perwakilan korwil yang dilaksanankan di Talitakum Batu pada tanggal 20 Februari 2016 menggambarkan bahwa CU Sawiran ibarat rumah yang harus dilengkapi dengan kebutuhan ruangan dan isinya agar sesuai dengan apa yang diharapkan di masa depan. Sehingga dalam penerapannya pemilik CU bisa menjadi pelengkap dalam sebuah rumah impian yaitu CU Sawiran. “Di CU Sawiran saya sering duduk bersama untuk sharing baik dengan pengurus, pengawas, dan managemen. Kedekatan ini sangat saya nikmati, CU Sawiran bak keluarga kedua bagi saya, ” ungkap Dadang.
Ada satu falsafah Jawa “Urip Iku Urup”. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Bersama CU Sawiran Dadang menajalankan prinsip itu.

Jam Operasional

Jam Pelayanan

Senin - Jumat

:

07.30 - 16.00

Sabtu

:

07.30 - 13.00

Jam Kas

Senin - Jumat

:

08.00 - 14.00

Sabtu

:

08.00 - 12.00

CS Online

Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan yang di berikan CU Sawiran?

View Results

Loading ... Loading ...