Browsing articles in "Inspirasi"

Yang Utama adalah Pelayanan

Jul 19, 2013   //   by admin   //   Inspirasi  //  Comments Off on Yang Utama adalah Pelayanan

Bagi Hari Adji Mulyono seorang anggota CU Sawiran TP Wlingi, pekerjaan adalah sebuah kepercayaan yang harus diemban, karena kepercayaan yang diberikan kepada para customer akan memberikan manfaat luar biasa bagi banyak orang. Sehari-hari suami Ratna Dewi ini menjalankan usaha penjualan pakan ternak yaitu Sauli Poultry Shop (Sauli PS). Usaha yang dirintis puluhan tahun yang lalu ini, telah mendapatkan pasarnya. Mulai peternak dari Kesamben sampai peternak di wilayah Gunung Kawi Malang. Usaha yang dijalankan ini tidak dilalui dengan mudah. Saat perintisan dulu hanya dibantu satu orang karyawan. Saat ini sudah mempunyai 6 karyawan yang bertugas mengemas, melayani pembeli sampai layanan antar pakan. Sungguh luar biasa!

Salah satu rahasia sukses dari Sauli PS adalah karena manajemen yang baik. Pasangan Hari Adji Muilyono dan Ratna Dewi, membagi tugas dalam pengelolaan Sauli PS. Ibu Ratna Dewi yang mengelola manajemen Poltry Shop sedangkan Bapak Hari Adji yang melakukan pendampingan bagi para customer yang dimiliki. Hal ini dilakukan, karena orang tua dari Dhimas Aji Nugroho (8th), Nayla Qoirunisa (6th) dan Bima Aji Prayogo (5th) beranggapan bahwa pelayanan kepada customer adalah hal yang utama, sehingga pendampingan, kunjungan perlu dilakukan agar kedekatan customer dan Sauli PS bisa terjaga.

Selain pelayanan yang harus dimiliki oleh orang yang menjalankan semua usaha adalah kujujuran. Dengan kejujuran, customer bisa percaya dan dengan kepercayaan usaha kita makin diminati, lanjut Bapak Hari Adji. Tidak hanya konsep manajemen Poultry Shop saja yang dilakukan pasangan ini. Konsep pengelolaan keuangan rumah tangga juga dilakukan dengan baik. Saya harus memisahkan keuangan keluarga dan usaha. Untuk pendidikan anak saya telah menyiapkan tabungan pendidikan, untuk kesehatan dan masa depan saya telah menyiapkan diri dengan berasuransi dan investasi tanah. Dan yang pasti, tabungan untuk keluarga tidak bisa diambil untuk usaha, jika membutuhkan tambahan modal lebih baik saya mengambil pinjaman agar pengelolaan keuangan keluarga lebih baik kata Bapak Hari Adji yang diamini Ibu Ratna. Selamat dan sukses bagi Bapak Hari Adji dan Ibu Ratna, semoga inspirasi yang diberikan bermanfaat bagi kita semua.

Memulai dari yang Kecil

Jul 5, 2013   //   by admin   //   Inspirasi  //  Comments Off on Memulai dari yang Kecil

Begitu panjang jalan untuk menuju sebuah keberhasilan. Manis, pahit, getir perjalanan hidup dilalui dengan kebersamaan demi sebuah kesuksesan. Demikian yang dilakoni oleh pasangan Any Widayanti, 32 th dan Arif Kuswanto, 39 th. Pasangan yang berdomisili di Jl. Kopral Kasdi RT 01 RW 01 Banaran Bumiaji ini, merintis usaha jauh ketika masing-masing duduk di bangku pendidikan.

Usaha awal yang dijalani oleh Any Widayanti ketika ia masih duduk di bangku SMP adalah berjualan pernik/ aksesoris kecantikan. Sedangkan Arif Kuswanto berternak kelinci. Setelah berkeluarga, pada tahun 2004 pasangan ini mulai merintis berdagang di Pasar Songgoriti. Pasangan ini menyewa sebuah bedak kecil untuk berdagang baju, bunga, dan kelinci. Itulah awal usaha dagang mereka di pasar Songgoriti. Banyaknya barang dagangan merupakan strategi untuk menyiasati modal awal yang minimal. Perjalanan usaha yang dijalani oleh orang tua Afrida Ega, 13 th dan Dwi Yovanza, 4 th ini tidak selalu mulus. Ada kalanya di atas, ada kalanya juga di bawah. Namun disetiap keadaan itu selalu ada sebuah strategi untuk menyiasati, agar usaha yang dijalankan tetap normal sebagaimana biasanya. Ketika musim liburan dan keuntungan usaha berada di puncak pasangan ini selalu menabung untuk mempersiapkan diri ketika pasar sedang lesu.

Selain itu, mereka memiliki strategi yang briliant dengan mempunyai lebih dari satu usaha yang berbeda, yaitu usaha berdagang pakaian dan kelinci. Jika salah satu usaha sepi usaha lain bisa menutupi, yang biasa kita istilahkan usaha nggendhong-ngindhit. Dan dengan siasat ini, usaha yang dijalankan pasangan Any dan Arif Kuswanto bisa eksis dan berkembang hingga saat ini. Dari bedak sewa sampai akhirnya bisa membeli 2 bedak di Pasar Songgoriti. Sungguh luar biasa! Di penghujung wawancara, tidak lupa pasangan ini memberikan beberapa tips dalam memilih sebuah usaha. Dalam memulai sebuah usaha, sebaiknya kita memulai dari kecil dulu, agar tahu seluk beluknya sehingga strategi yang ditetapkan nantinya lebih tepat. Jangan lupa untuk selalu ramah pada setiap pelanggan, serta membagikan sebagian rejeki yang kita dapatkan kepada orang yang berhak. Dan terakhir selalu bersabar dan berdoa, kita manusia hanya berusaha tetapi Tuhanlah yang mengatur semuanya pungkas Any Widayanti.

Kerja Kantoran Sambil Berwiraswasta

Jan 15, 2013   //   by admin   //   Inspirasi  //  Comments Off on Kerja Kantoran Sambil Berwiraswasta

Sosok Mbak Tia

Mbak Tia (33th) adalah seorang pegawai tata usaha di sebuah Sekolah di Kecamatan Lawang. Pekerjaan rutinnya dimulai sejak pukul 06.30 WIB sampai pukul 14.00 WIB, normal seperti pegawai pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah jiwa enterpreneur yang ada dalam diri Mbak Tia. Pemikiraannya tentang pentingnya berwiraswasta, telah mengantarkannya menjadi pribadi yang selalu bekerja keras. Tidak mau terpancang hanya pada satu jenis pekerjaan saja.

Ia pun bekerja sebagai distributor produk makanan, minuman kesehatan alami, produk MLM, persewaan baju dan rias. Semua itu dilakukan oleh Ibu dari Nurullaily Setia Putri dan Aqilah Nur Sabrina ini karena ia beranggapan bahwa semua yang ada di hadapannya adalah peluang, sayang jika disia-siakan. Penghasilan yang didapatkan dari keberanian mengambil peluang ini tidak sedikit.

Perjalanan berwiraswasta Mbak Tia ternyata telah dimulai sejak bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan di tahun 1994. Ketika itu sekolah mewajibkan setiap siswanya untuk mempunyai usaha, dan dipilihlah usaha penjualan jamu kemasan, yang kala itu belum banyak dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Malang. Dari situlah awal tumbuhnya jiwa enterpreneurship Mbak Tia.

Menurut Mbak Tia keberhasilan berwiraswasta bergantung pada manajemen waktu yang baik. Ia berupaya mengatur waktu yang benar, sehingga tidak mengganggu waktu dan pekerjaannya sebagai seorang pegawai. Untuk menyiasati keterbatasan waktu ia mencoba melakukan penjualan secara online dan memberikan pelayanan yang optimal bagi para pelanggan.

Mbak Tia bukan hanya menjadi pegawai dan berwiraswasta saja, namun juga berperan sebagai Ibu Rumah Tangga dan aktif dalam kegiatan berorganisasi. Tidak hanya ikut Tahlil di perkumpulan ibu-ibu Jl. Pendowo gg. Eko Karya Lawang, namun juga ikut aktif dalam PKK, Anggota POKJA serta Kader Khusus PPKBD Lawang. Tidak sulit jika kita melakukan dengan manajemen waktu yang baik. Apalagi dengan prinsip yang saya jalankan, yaitu DUIT: Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal. Insya Allah semua bisa dilakukan. Karena saya yakin semua diberikan oleh Allah, dan kita umatNya, tinggal berusaha saja.

Asmina dan Syukur: Buah Manis Sebuah Kesederhanaan

Dec 29, 2012   //   by admin   //   Inspirasi  //  Comments Off on Asmina dan Syukur: Buah Manis Sebuah Kesederhanaan

Asmina

Pasangan Asmina (23) dan Syukur (27) mengawali kesuksesannya dengan bekerja ikut orang lain yaitu sebagai kuli batako. Mbak Asmina dan Mas Syukur dikarunia seorang putri yang bernama Bela (4). Sungguh putri yang lucu dan cantik.

Dengan kondisi keuangan yang tak menentu dan demi masa depan putrinya, mbak Asmina pun mengikutkan Bela ke tabungan Si Pintar. Dengan ikut tabungan Si Pintar ia berharap ketika Bela sekolah nanti, ia tidak terlalu susah untuk mencarikan biaya sekolah. Mbak Asmina dan Mas Syukur melewatkan hari-harinya dengan penuh rasa syukur, tak terbesit sedikipun kesedihan atau kecemasan di wajah mereka. Hingga suatu saat ada keinginan di hati Mas Syukur untuk berkembang lebih baik lagi.

Berbekal semua ilmu dan keahlian yang ia dapatkan di tempatnya bekerja dulu, dan akhirnya ia pun mencoba untuk melangkah maju. Dari sebuah lahan kosong yang ditawarkan padanya oleh saudara Mbak Asmina akhirnya merekapun memberanikan diri untuk meminjam modal. Inilah awal mula mbak Asmina merasakan kemudahan pelayanan ketersediaan modal bersama dengan CU Sawiran. Memang tidak segampang perkiraan semua keuntungan bisa diraih begitu mudah, tetapi dengan usaha yang keras dan doa semua itu bisa di capai. Begitupun yang dialami Mbak Asmina dan Mas Syukur mereka mengawali usaha batako dengan penuh kesabaran.

Dengan dibantu beberapa tenaga kerja, pembuatan batako awalnya masih memakai cara lama dengan hasil produksi yang didapatkan juga tidak terlalu banyak dan juga dikarenakan keterbatasan tenaga kerja. Dari waktu ke waktu permintaan batako semakin meningkat. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi mas Syukur karena kualitas batako lebih kuat dari yang lain. Karena tidak ingin melewatkan kesempatan dan rejeki yang ada, dengan segala keterbatasan tenaga dan modal mereka pun meminjam kembali modal ke CU Sawiran yang akan mereka gunakan untuk membeli mesin pembuat batako dan sebuah mobil pick up untuk transportasi dan pengangkutan. Sungguh dengan semangat dan kerja keras serta doa, akhirnya usaha batako semakin berkembang. Dari permintaan yang hanya di sekitar Nongkojajar, akhirnya bisa sampai merambah ke Tosari dan Ngadisari hingga sampai ke Malang. Dan terakhir usaha bengkel las pun dapat mereka capai. Sungguh perjuangan hidup yang sangat keras, tetapi sanggup mereka jalani dengan sabar dan sederhana.

Suatu teladan yang patut dicontoh, dengan kesederhanaan mereka jalani hidup. Tidak ada keinginan yang berlebih muncul dari benak mereka. Rasa syukur atas rejeki dan kesehatan yang baik sudah cukup bagi mereka. Mereka tidak ingin berharap yang berlebihan, semua harus di sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Keinginan untuk maju masih bergelora, tetapi mereka tidak ingin gegabah dalam melangkah. Syukuri apa yang ada, disertai dengan doa niscaya kesuksesan akan mengikuti. Terima kasih Mbak Asmina dan Mas Syukur, satu teladan telah kami dapatkan, sangat menginspirasi. Semoga apa yang kita perbincangkan bisa menjadi teladan dan contoh yang baik bagi teman-teman anggota yang lain.

Ibu Siti Suwarni dan Bapak Miftakhul Khoir: Komitmen bagi Pelanggan

Dec 29, 2012   //   by admin   //   Inspirasi  //  Comments Off on Ibu Siti Suwarni dan Bapak Miftakhul Khoir: Komitmen bagi Pelanggan