Asmina dan Syukur: Buah Manis Sebuah Kesederhanaan

Dec 29, 2012   //   by admin   //   Inspirasi  //  Comments Off on Asmina dan Syukur: Buah Manis Sebuah Kesederhanaan

Asmina

Pasangan Asmina (23) dan Syukur (27) mengawali kesuksesannya dengan bekerja ikut orang lain yaitu sebagai kuli batako. Mbak Asmina dan Mas Syukur dikarunia seorang putri yang bernama Bela (4). Sungguh putri yang lucu dan cantik.

Dengan kondisi keuangan yang tak menentu dan demi masa depan putrinya, mbak Asmina pun mengikutkan Bela ke tabungan Si Pintar. Dengan ikut tabungan Si Pintar ia berharap ketika Bela sekolah nanti, ia tidak terlalu susah untuk mencarikan biaya sekolah. Mbak Asmina dan Mas Syukur melewatkan hari-harinya dengan penuh rasa syukur, tak terbesit sedikipun kesedihan atau kecemasan di wajah mereka. Hingga suatu saat ada keinginan di hati Mas Syukur untuk berkembang lebih baik lagi.

Berbekal semua ilmu dan keahlian yang ia dapatkan di tempatnya bekerja dulu, dan akhirnya ia pun mencoba untuk melangkah maju. Dari sebuah lahan kosong yang ditawarkan padanya oleh saudara Mbak Asmina akhirnya merekapun memberanikan diri untuk meminjam modal. Inilah awal mula mbak Asmina merasakan kemudahan pelayanan ketersediaan modal bersama dengan CU Sawiran. Memang tidak segampang perkiraan semua keuntungan bisa diraih begitu mudah, tetapi dengan usaha yang keras dan doa semua itu bisa di capai. Begitupun yang dialami Mbak Asmina dan Mas Syukur mereka mengawali usaha batako dengan penuh kesabaran.

Dengan dibantu beberapa tenaga kerja, pembuatan batako awalnya masih memakai cara lama dengan hasil produksi yang didapatkan juga tidak terlalu banyak dan juga dikarenakan keterbatasan tenaga kerja. Dari waktu ke waktu permintaan batako semakin meningkat. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi mas Syukur karena kualitas batako lebih kuat dari yang lain. Karena tidak ingin melewatkan kesempatan dan rejeki yang ada, dengan segala keterbatasan tenaga dan modal mereka pun meminjam kembali modal ke CU Sawiran yang akan mereka gunakan untuk membeli mesin pembuat batako dan sebuah mobil pick up untuk transportasi dan pengangkutan. Sungguh dengan semangat dan kerja keras serta doa, akhirnya usaha batako semakin berkembang. Dari permintaan yang hanya di sekitar Nongkojajar, akhirnya bisa sampai merambah ke Tosari dan Ngadisari hingga sampai ke Malang. Dan terakhir usaha bengkel las pun dapat mereka capai. Sungguh perjuangan hidup yang sangat keras, tetapi sanggup mereka jalani dengan sabar dan sederhana.

Suatu teladan yang patut dicontoh, dengan kesederhanaan mereka jalani hidup. Tidak ada keinginan yang berlebih muncul dari benak mereka. Rasa syukur atas rejeki dan kesehatan yang baik sudah cukup bagi mereka. Mereka tidak ingin berharap yang berlebihan, semua harus di sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Keinginan untuk maju masih bergelora, tetapi mereka tidak ingin gegabah dalam melangkah. Syukuri apa yang ada, disertai dengan doa niscaya kesuksesan akan mengikuti. Terima kasih Mbak Asmina dan Mas Syukur, satu teladan telah kami dapatkan, sangat menginspirasi. Semoga apa yang kita perbincangkan bisa menjadi teladan dan contoh yang baik bagi teman-teman anggota yang lain.

Comments are closed.

Jam Operasional

Jam Pelayanan

Senin - Jumat

:

07.30 - 16.00

Sabtu

:

07.30 - 13.00

Jam Kas

Senin - Jumat

:

08.00 - 14.00

Sabtu

:

08.00 - 12.00

CS Online

Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan yang di berikan CU Sawiran?

View Results

Loading ... Loading ...