Browsing articles in "Inspirasi"

Mengunci Mimpi

Jul 17, 2018   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Mengunci Mimpi


Mengunci Mimpi

Menjalani pekerjaan di bidang beauty teraphy dan akupuntur tidak menyurutkan Sumsul Anita Esmawati, 40 tahun, untuk menyekolahkan ketiga anaknya. Meski hasilnya dibilang pas-pasan dan berstatus single parent, namun warga Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang itu tidak pernah menyerah untuk mewujudkan mimpinya yakni memberikan “penghidupan” yang layak bagi anaknya.

Mbak Sul panggilan akrab Sumsul Anita Esmawati menjalani profesinya sebagai tukang pijat panggilan selama 8 tahun. Karena kesabaran dan keuletannya, selalu saja ada warga yang membutuhkan jasanya. Memanfaatkan ponselnya, dalam sehari ia bisa menerima jasa pijat antara 2 hingga 4 orang. Sengaja Sumsul batasi maksimal melayani 4 pelanggan per hari, karena lebih dari itu tenaga sudah terkuras habis sehingga tidak akan bisa maksimal hasilnya.

Anak pertamanya, Nilam (18), sekolah di SMK 7 Malang. Anak kedua, Surya (16), sekolah di SMA Negeri 10 Malang. Terakhir, si bungsu Zavita (14) seklah di SMP Negeri 24 Malang.

“Dulu, saya hanya lulusan SMK. Saya bertekad anak saya bisa sekolah setinggi-tingginya,” kenang dia. Pekerjaan yang dijalaninya sekarang, diceritakan Sumsul, berawal dari biduk rumah tangganya dengan mantan suami yang saat itu berada diujung tanduk. Saat tak punya pekerjaan, ia mendapatkan informasi pekerjaan sebagai terapis di sebuah salon. Namun pekerjaan itu dilakoni hanya sebentar. Alasannya, anak-anaknya dirumah jadi kurang pengawasan.

Keluar dari salon, Sumsul kemudian menawarkan jasa pijat/teraphy kepada tetangga sekitar rumahnya. Penawaran jasa teraphy mendapatkan sambutan baik dari lingkungan rumah setempat. Dari situ, melalui pembicaraan masyarakat, ia terus mendapatkan pelanggan baru.”Prosesnya dari mulut ke mulut. Sekali pijat teraphy 1,5-2 jam dengan tarif 35-70ribu. Selesai teraphy saya bisa urus anak lagi,” kata Sumsul.

Meski disambut baik masyarakat setempat, namun ia sempat kesulitan saat membiayai anak pertamanya masuk SMP. Dengan terpaksa, Yuli meminjam uang ke pelanggannya dengan bayaran upah memijat. Untuk keperluan sehari-hari anaknya pada awal sekolah, ia bahkan mencicil bayaran buku, seragam dan keperluan sekolah lainnya.

Dalam mendidik anaknya, Sumsul sempat dibuat kaget dengan cita-cita anak-anaknya. Nilam putri pertama ingin menjadi seorang kimia analist dan bekerja di laboratorium, Surya putra kedua ingin menjadi arsitek, dan si bungsu Zavita ingin menjadi perancang busana.

“Yang namanya rejeki sudah ada yang ngatur, pas butuh biaya tinggal minta sama yang di atas, pasti orderan pasti penuh terus sampai nolak-nolak pelanggan seringnya. Biaya pendidikan anak sudah dianggap seperti kebutuhan makan tiap harinya, yang sudah dikeluarkan ya sudah, tidak perlu ditanya habis untuk apa. Yang penting hasilnya anak-anak bisa sekolah. Mimpi-mimpi mereka sudah dikunci biar tidak kabur” tutur Sumsul dengan penuh semangat.

Sumsul Anita Esmawati

Beauty teraphy dan akupuntur

Jl. Binor II No.22 RT 07 RW 14 Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang

083848393444

Anggota TP Sawojajar

Berbagi tak pernah rugi

Mar 2, 2018   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Berbagi tak pernah rugi

“Tugas penulis adalah menulis, tugas editor adalah mengedit.” . Kalimat ini cukup meringankan beban penulis pemula seperti saya dibandingkan penulis kawakan yang lebih senang dijuluki sebagai tukang ketik ketimbang sebagai seorang penulis.

Agustinus Nanang Aris Kurniyawan lahir di Banyuwangi 25 April 1985. Terlahir sebagai anak nomor tiga dari empat bersaudara ini memiliki bakat alami sebagai sosok yang mampu menuangkan “apa pun itu” yang ada didalam benaknya ke dalam sebuah karya tulis.

Menjadi seorang penulis itu sungguh sangat menyenangkan bagi seorang Aris Kurniyawan, selain bisa menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi banyak orang juga bisa menambah wawasan baru bagi diri sendiri. Berkumpul bersama para penulis kreatif dan blogger adalah salah satu cara mendapatkan ide dan wawasan baru tersebut.

Anggota TP Dinoyo ini memiliki prinsip bahwa “berbagi tak pernah rugi”. Salah satu aksi nyata yang diperbuat oleh Aris adalah turut ambil bagian dalam program pendidikan di CU Sawiran untuk membuka dan menambah wawasan anggota dalam hal pola komunikasi dan perkembangan teknologi.

Dewasa ini, pola komunikasi dan teknologi terus berkembang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Semula, orang memanfaatkan internet hanya untuk mencari informasi dan pertemanan, saat ini internet dimanfaatkan untuk mencukupi segala kebutuhan yang dimiliki. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan internet untuk memasarkan setiap produksi barang dan jasa yang akan dipasarkan.

Menurut Aris yang didapuk menjadi fasilitator pelatihan saat itu (Pelatihan Mengenal Digital Marketing tanggal 1-3 November 2017 di TP Blimbing), Generasi Baby Boomers dan Generasi X saat ini tak mau duduk manis dan terlena pada zona nyamannya. Mereka ingin seperti generasi millenials (Gen Y) yang gesit dan aktif pada setiap perubahan di era digital ini. Internet adalah salah satu sarana yang setiap hari tak lepas dari kehidupan Gen Y. Di situ jutaan informasi selalu diperbarui dan sangat mudah diakses.

Pada kesempatan tersebut Aris menunjukkan kepeduliannya untuk menjunjung semangat solidaritas kepada sesama Anggota CU Sawiran dengan mengenalkan Digital Marketing kepada Anggota CU Sawiran. Usia dan minimnya kemampuan teknis mengunakan smartphone atau komputer bukanlah penghambat. Anggota CU Sawiran yang berkesempatan mengikuti pelatihan tetap bersemangat untuk tetap belajar dan berusaha memahami pola dan kebiasaan Gen Y di era digital ini.

Semoga Aris-aris lain di CU Sawiran marak bermunculan agar kemandirian dan kesejahteraan bersama itu makin nyata dan terasa.

Agustinus Nanang Aris Kurniyawan

Tukang Ketik (Blogger – Visual Communicator)

Jl. Rajabasa No.8 Pisangcandi-Sukun, Kota Malang

08233688829

BUAH DARI KEULETAN

Mar 2, 2018   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on BUAH DARI KEULETAN

Pernah menjadi karyawan dan mencoba berbagai usaha seperti membuat ?klompen? dan berjualan minyak tanah, Wiwik Winari bersama suami kini telah memiliki usaha mandiri berjualan alat pertukangan dan pertanian yang cukup sukses. Ia mengawali langkahnya di dunia usaha dengan menjadi pedagang alat-alat pertukangan skala kaki lima di Timur Pemandian Wendit Malang. Ulet dan tekun membuat usahanya terus berkembang.

Pepatah lama yang menyatakan “hidup seperti roda berputar” tampaknya berlaku bagi Wiwik Winari. Berawal dari menjadi karyawan hingga berganti-ganti usaha, kini Wiwik sukses menjadi pedagang peralatan pertukangan dan pertanian.

Lewat merk dagang ?Kariono? yang diambil dari nama suaminya, Wiwik mengelola tokonya dengan tidak hanya menjual hasil produksinya sendiri berupa sabit, cangkul, cetok, pisau, parang, palu, dan alat-alat petukangan dan pertanian lainnya, namun wiwik mulai menambah barang dagangan lain seperti gergaji, tang, obeng, bor, meteran, tali,dll guna memenuhi permintaan konsumen yang kian beragam. “Khusus untuk merk dagang kariono kami berani memberi garansi jika ada kerusakan akan kami ganti,”tegas Wiwik.

Dari cerita usahanya yang sempat berganti-ganti usaha dan kini sudah berhasil dengan usaha alat-alat pertanian. Wiwik yang tinggal di Jl. Wisnuwardana- Tumpang ini mengaku tak pernah berpikir hidupnya bakal seperti sekarang. Terlebih ketika ia mengenang masa-masa awal usaha klompen dan menjadi agen minyak tanah yang tidak stabil kala itu.

Pada tahun 2008, ia mencoba memulai usaha berjualan alat-alat pertukangan di pinggir jalan timur pemandian Wendit. Sebagian besar barang dagangannya kala itu masih didominasi barang-barang produksinya sendiri karena keterbatasan modal.

Setiap hari mulai pagi hingga siang hari, Wiwik rutin menggelar dagangannya. Dua tahun berjualan, modal dagangannya mulai terkumpul lumayan banyak, akirnya Wiwik bersama suami memberanikan diri untuk member kendaraan pick up untuk membantu kelancaran usahanya tersebut. Berkat CU Sawiran Wiwik dan suami merasa terbantu dengan pelayanan pick up service tabungan membuat Wiwik tidak merasa berat untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan keluarga dan usahanya.

Dari sanalah ia kemudian berpikir bahwa berdagang ternyata lebih menjanjikan ketimbang menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Makanya, pada  tahun 2010, ia memutuskan untuk menarik tenaga kerja untuk membantu usaha produksi alat-alat pertukangan dirumah .

Berbekal uang hasil usaha selama ini, Kini Wiwik mampu menyewa sebuah kios di deretan kios di pinggir jalan raya timur Wendit. “Setelah pindah ke kios ini, usahanya ini ini meningkat tajam,” ujarnya.

Angan-angan memiliki kios sendiri masih menggelayut kuat di dalam benak Wiwik dan Kariono, dengan menjaga kualitas produk dan hubungan yang baik dengan pelanggan nampaknya angan-angan tersebut pasti akan menjadi sebuah kenyataan. Tidak ada manusia yang berhasil tanpa adanya suatu usaha dan doa.

Wiwik Winari

Jual Alat-alat pertukangan & pertanian (Timur Wendit)

Jl. Wisnuwardana RT 08 RW 08 Tumpang

085755063926

Merengkuh asa, mengayuh masa depan

Mar 2, 2018   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Merengkuh asa, mengayuh masa depan

Seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Usaha kecil yang terus-menerus akhirnya memberikan hasil. Pepatah itu pantas untuk disematkan pada seorang penarik becak, Misno Wijoyo yang berusia 65 tahun.

Bapak yang akrab disapa dengan Pak Misno sudah puluhan tahun selalu meluangkan sedikit uangnya untuk ditabung. Uang itu berasal dari mata pencahariannya sebagai penarik becak yang telah digelutinya sejak tahun 1977

“Uang dari narik becak saya kasihkan semua ke istri. Biar istri saya yang bagi-bagi untuk biaya sekolah, untuk makan, untuk kegiatan sosial, dan untuk menabung. Istri juga yang membagi uang itu misal ada tonjokan (kenduri) kan kalau orang Jawa artinya harus nyumbang,” kata Pak Misno ketika ditemui di TP Blimbing saat menabung di CU Sawiran yang sudah menjadi aktivitas rutin menyisikan sedikit dari hasil jerih payahnya menarik becak di hari itu.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, semangat Misno untuk terus bekerja masih tinggi. Pria kelahiran 19 Juni 1952 itu setiap hari mangkal di Pasar Blimbing Kota Malang untuk menawarkan jasa becak. Misno juga tergabung dalam “Paguyuban Becak Pasar Blimbing”.

Tingginya semangat kerja Misno tak lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ia pun memiliki prinsip hidup jujur. Dari hasil keringatnya menawarkan jasa becak, ia berhasil menyekolahkan dua anak angkatnya hingga lulus SMA.

Misno hampir serupa dengan kisah inspiratif penarik becak yang memiliki kisah mampu berangkat umrah atau bahkan naik haji dengan menabung sedikit demi sedikit. Meski sebagai penarik becak yang pendapatannya tak tentu, Misno ini rajin menabung sedikit demi sedikit guna mewujudkan niatnya beribadah ke Tanah Suci yang biayanya tak sedikit itu. Namun Misno memilih untuk realistis, Misno harus menunggu sampai biaya umrah itu cukup, namun yang penting baginya niat itu sudah ada, selama ada niat pasti Allah pasti bukakan jalan.

Misno menyadari biaya umrah tersebut hanya bisa ia peroleh dengan cara menabung. Tapi hal itu juga ia ketahui tidak akan bisa tercapai dengan mudah dan cepat. Apalagi dia juga harus menghidupi anak dan istrinya. Hati mulia sering ditunjukkan oleh Misno. Ketika hasil tarikan tak begitu banyak, dia lebih baik menyedekahkan uang itu kepada orang yang lebih membutuhkan.

“Kalau hasilnya sedikit, kadang saya kasihkan kepada pengemis yang kondisinya payah. Saya yakin Allah akan menggantinya. Dan benar saja, besok-besoknya penumpangnya banyak,” kata Misno.

Semangat berbagi tidak harus menunggu saat kita sedang berkelimpahan, namun ketika kita dimampukan untuk berbagi dengan segala keterbatasan yang kita miliki, disitulah tangan Tuhan bekerja untuk mengangkat derajat kita.

Misno Widjojo

Penarik Becak

Jl. Plaosan Barat 44 RT 06 RW 08 Purwodadi, Blimbing, Kota Malang

085100376734

Agustinus Aji Prastyanto – Anggota CU Sawiran (domisili Wonosobo)

Nov 9, 2017   //   by yohanes setyo agung   //   Inspirasi  //  Comments Off on Agustinus Aji Prastyanto – Anggota CU Sawiran (domisili Wonosobo)

Pages:123456789»

Jam Operasional

Jam Pelayanan

Senin - Jumat

:

07.30 - 16.00

Sabtu

:

07.30 - 13.00

Jam Kas

Senin - Jumat

:

08.00 - 14.00

Sabtu

:

08.00 - 12.00

CS Online

Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan yang di berikan CU Sawiran?

View Results

Loading ... Loading ...